Selasa, 29 Juni 2010
Andreas dan Kebenaran (2)

Bacaan hari ini: Yohanes 1:40-42 (lanjutan)
“Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.” (Yohanes 1:40)

Hal kedua yang dapat kita pelajari dari diri Andreas adalah, ia adalah seseorang yang pro-active terhadap kebenaran. Setelah ia tinggal bersama dengan Tuhan Yesus dan mendapatkan pengertian yang baru, Alkitab mencatat bahwa hal yang pertama-tama ia lakukan adalah mencari saudaranya, Simon. Ia dengan sukacita menceritakan kepada Simon, bahwa “Kami telah menemukan Mesias”. Bukan itu saja! Andreas membawa Simon kepada Yesus, agar ia mengenal Yesus secara pribadi. Dalam cerita ini, ada sesuatu yang menunjukkan bahwa Andreas adalah seorang yang tidak menyimpan kebenaran itu untuk dirinya sendiri. Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan Andreas untuk menceritakan diri-Nya, tetapi Andreas melakukannya atas inisiatifnya sendiri. John Calvin dalam tafsirannya mengatakan bahwa setiap kemunculan Andreas di dalam Injil Yohanes, selalu ada dalam konteks ia sedang memperkenalkan seseorang kepada Yesus. Inilah sifat Andreas, ia tidak pernah menyimpan kebenaran bagi dirinya sendiri.

Dalam Alkitab, tiap orang yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus, hatinya dipenuhi sukacita dan ia tidak ingin menyimpan kebenaran Injil dari orang lain. Perempuan Samaria dan Zakheus juga melakukan hal yang sama seperti yang Andreas telah lakukan. Kebenaran Injil adalah sesuatu yang bersifat universal, ia terbuka bagi siapa saja. Dewasa ini, muncul gerakan-gerakan yang mengajak orang bergabung untuk belajar kebenaran, tapi ketika ditanya apa yang diajarkan selalu dijawab “rahasia.” Praktik seperti ini tidak mengerti esensi kebenaran. Tidak pernah dalam Alkitab, kebenaran firman Tuhan dirahasiakan. Andreas menjadi contoh yang nyata kepada kita untuk tidak pernah merahasiakan kebenaran Injil.

Maka dari itu, bagi kita yang sudah mengerti dan memiliki kebenaran Injil, janganlah kita menjadi orang Kristen yang pasif dan hanya menyimpan kebenaran ini bagi diri kita sendiri. Milikilah sifat pro-active seperti Andreas, yang dengan sukacita menceritakan, membagikan dan membawa orang datang kepada Yesus.

STUDI PRIBADI: Apa dampak kebenaran yang diperoleh oleh Andreas? Bagaimana dengan hidup Anda sendiri?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi pelayan Tuhan, majelis dan para aktivis, agar mereka melayani Tuhan sesuai kehendak-Nya, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tubuh Tuhan semakin nyata dan terlihat buahnya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami