Bacaan hari ini: Yosua 1:1-9 (lanjutan)
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1)
Selain kita harus memiliki kepercayaan terhadap penyertaan Tuhan, maka langkah kedua yang harus kita lakukan adalah, “taat dan wajib melakukan perintah-perintah-Nya” (ay. 7). Jika melihat dalam peta perjalanan bangsa Israel ke tanah Kanaan, kita tentu akan merasa heran, sebenarnya, jarak antara Mesir ke tanah Kanaan tidaklah terlalu jauh, tidak dibutuhkan waktu selama 40 tahun untuk tiba di tanah Kanaan. Menurut beberapa tafsiran, jarak dari Mesir ke Kanaan sebenarnya dapat ditempuh dengan jarak waktu ± 6 bulan, bahkan mungkin tidak perlu selama itu. Tapi, mengapa Tuhan membiarkan bangsa Israel berkeliling dan mengembara di padang gurun selama hampir 40 tahun?
Dari sejarah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, kita melihat bagaimana bangsa ini terus bersungut-sungut dan memberontak kepada Allah. Mentalitas budak yang diperoleh di Mesir terus saja mereka bawa, sehingga berulangkali mereka mengancam Musa dan memintanya untuk dikembalikan ke Mesir. Mereka gagal mempercayai Allah. Akibatnya, Allah membiarkan mereka mengembara berpuluh-puluh tahun di padang gurun untuk mengajar mereka taat pada hukum Tuhan dan membiarkan mereka, generasi yang tidak taat itu, semuanya mati di padang gurun.
Dengan diperhadapkan sejarah masa lalu, Yosua menyadari bahwa mereka harus memiliki sikap yang taat pada hukum Tuhan. Janji penyertaan yang Tuhan berikan kepada mereka menuntut konsekuensi ketaatan dari bangsa ini kepada Tuhan. Hal ini dapat kita lihat dalam ayat 7. Dengan merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan, maka diharapkan mereka semakin mengerti kehendak Tuhan dan dengan demikian mereka dapat taat pada Firman Tuhan. Ketaatan janganlah kita pandang sebagai sesuatu yang memberatkan karena sikap ini dituntut dari Tuhan bagi kita, hanya demi untuk kebaikan kita sendiri. Ia ingin agar kita dapat menikmati kebaikan-Nya, dan ini dapat kita peroleh dari ketaatan kita kepada-Nya. Bagaimana dengan sikap kita kepada Tuhan, yang menyertai hidup kita? Taatlah dan lakukanlah kehendak-Nya.
STUDI PRIBADI: Apa penyebab kegagalan seseorang dalam menaati perintah Allah? Sudahkah Anda menaati perintah dan kehendak-Nya dengan penuh sukacita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar kita selalu rindu membaca dan merenungkan Firman Tuhan sehingga kita boleh semakin mengerti isi hati Tuhan dan mau menaati segala perintah-perintah-Nya, yang diberikan untuk kebaikan kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index