Bacaan hari ini: Yosua 1:1-9
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1)
Keberhasilan merupakan sasaran yang selalu dikejar oleh manusia, apapun bentuk usaha ataupun pekerjaannya. Hal ini bukan hanya berlaku bagi masyarakat sekuler, tapi dalam pelayanan Kristen pun, kita berharap bahwa segala yang kita lakukan, dapat berhasil.
Banyak orang berpikir bahwa keberhasilan itu dapat diperoleh dengan adanya kekuasaan, dengan menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpengaruh, atau dengan sikap keras dari keinginan yang menggebu-gebu untuk maju dan mencapai sasaran. Namun, benarkah faktor-faktor ini merupakan syarat mutlak dari keberhasilan?
Memang kita tidak dapat menyangkali bahwa faktor-faktor tersebut merupakan faktor penunjang bagi sebuah keberhasilan, tetapi harus kita ingat bahwa masih ada 1 syarat/faktor mutlak yang kita butuhkan di dalam mencapai keberhasilan, yakni adanya penyertaan Tuhan. Syarat ini begitu sederhana, tapi penting dan memiliki nilai yang begitu besar. Jika memang penyertaan Tuhan merupakan faktor mutlak dalam keberhasilan pelayanan Kristen, bagaimanakah seharusnya sikap kita?
Yang pertama, kita perlu memiliki keyakinan pada janji penyertaan Tuhan (ay. 6, 7, 9). Pada waktu Yosua ditunjuk untuk menggantikan kursi kepemimpinan Musa, Yosua merasakan takut dan gentar. Ketakutan dan kegentaran Yosua sangatlah beralasan karena Yosua mengenal keadaan bangsa yang akan dipimpinnya, suatu jumlah bangsa yang besar, dengan sifat yang degil, pemberontak; suatu bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Tentu belum terhapus dari ingatan Yosua bagaimana bangsa Israel itu selalu bersungut-sungut dan bahkan mengancam hendak membunuh Musa ketika mereka tidak diijinkan kembali ke Mesir. Dengan semua kenyataan inilah, Yosua sadar bahwa tugas yang akan diembannya adalah tugas yang tidak mudah; karena itulah ia merasa takut dan gentar. Maka dalam ayat 5, Tuhan berjanji akan menyertai Yosua. Janji ini begitu indah dan sungguh-sungguh memberi kekuatan kepada Yosua di tengah-tengah ketakutannya.
STUDI PRIBADI: Apakah keberhasilan bergantung pada penyertaan Tuhan atau semata-mata karena usaha keras manusia? Bagaimanakah sikap kita terhadap keberhasilan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar mereka menyadari bahwa keberhasilan yang dapat diraih dalam hidup adalah penyertaan Tuhan, sehingga ini tidak menjadikan kita manusia yang sombong.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index