Bacaan hari ini: Rut 2:1-7
“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga...”
(Pengkhotbah 9:10)
Hidup penuh lika-liku dan dinamika yang sulit kita tebak. Ada kalanya kita mengharapkan yang baik, tapi yang buruk justru kita dapatkan; ada kalanya kita merencanakan sesuatu yang besar, tetapi pudar di tengah jalan. Kadang, hidup di dunia dipenuhi dengan dukacita, dibanding sukacita. Namun sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh putus asa, sebab Dia tidak pernah membiarkan kita memikul beban sendirian (bnd. Ibr. 13:5).
Rut adalah seorang tokoh Alkitab yang dapat memberikan teladan bagi kita dalam menghadapi dinamika dan sulitnya hidup ini. Sekalipun menjadi “orang miskin dan asing” di tengah-tengah bangsa Israel, Rut tetap dapat bersukacita dan mengerjakan apa yang dapat dikerjakannya. Mengapa ia begitu “enjoy” dalam hidupnya yang sedang menderita?
Pertama, ia percaya pada pemeliharaan Tuhan. Sekalipun tidak ada penyebutan nama Tuhan dalam ucapan Rut, namun sikapnya mencerminkan imannya yang teguh dalam pemeliharaan-Nya. Ia berkata pada Naomi: “Biarkan aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku” (ay. 2). Rut tidak tahu di manakah ladang yang cocok untuk mendapatkan bulir-bulir jelai, tapi Tuhan menuntunnya sampai ke ladang milik Boas (ay. 3). Istilah “kebetulan” dalam ayat ini menyatakan, “pemeliharaan dan pertolongan Tuhan kepada Rut.”
Kedua, ia bekerja keras dan juga penuh tanggung jawab. Rut adalah orang yang tidak pernah merasa lelah dalam hidup, dan berani menghadapi risiko. Hal ini terlihat sejak ia memutuskan untuk tetap mau mengikuti Naomi, sekalipun mertuanya itu telah jatuh miskin (Rut 1:16-18). Sehingga, ketika ia harus berjuang hidup, ia tidak menyia-nyiakan segala yang dapat dikerjakannya, sekalipun hanya memungut bulir-bulir jelai, yakni pekerjaan yang hina dan merendahkan statusnya (ay. 7). Bagaimana dengan hidup Anda hari ini? Janganlah kita pernah putus asa; bekerjalah dengan giat dan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan, serta percayalah kepada Tuhan yang memimpin langkah kita.
STUDI PRIBADI: Orang seperti apakah Rut, sehingga kuat menghadapi persoalan hidup? Percayakah Anda pada tuntunan Tuhan, sekalipun di tengah badai hidup?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat yang sedang menghadapi pergumulan hidup supaya mereka kuat di dalam iman dan tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index