Selasa, 01 Juni 2010
Kehidupan Kristen yang Bertumbuh (1)

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 1:1-10
“Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.” (1 Tesalonika 1:3-4)

Matius, artinya “hadiah dari Allah.” Dia adalah salah satu di antara 12 orang murid Yesus (Mat. 10:3), yang juga disebut Lewi (Mrk. 2:14), yang artinya “bersatu.” Matius ini adalah seorang pemungut cukai yang terpanggil sebagai seorang rasul (Mrk. 2:14; Mat. 9:9).

Kehidupan seorang Kristen yang bertumbuh tidaklah ditentukan dari seberapa banyak pengetahuan ataupun pemahamannya akan Injil, tetapi seberapa jauh Injil itu telah bekerja dan mengubah hidupnya. Injil merupakan kekuatan Allah yang dapat menyelamatkan dan mengubah kehidupan tiap orang yang percaya. Injil jugalah yang telah menyelamatkan dan mengubah kehidupan jemaat Tesalonika.

Dalam perjalanan misinya yang ke-2, Paulus beserta rekan-rekannya mengabarkan Injil kepada jemaat di Tesalonika. Dari sejarah, kita ketahui bahwa ternyata pelayanan mereka di sana tidak berlangsung lama, karena mereka mengalami penolakan dan penganiayaan dari masyarakat setempat maupun dari luar. Ini menyebabkan Paulus, Silas dan Timotius harus meninggalkan mereka dengan tergesa-gesa. Namun demikian, sekalipun mereka ditinggalkan Paulus dalam kondisi masih muda dan belum memiliki pengetahuan yang mendalam terhadap Injil, mereka tetap memiliki iman yang teguh. Mereka telah mengalami kuasa Injil yang disampaikan oleh Paulus, sehingga kuasa Injil bekerja dan mengubah kehidupan mereka. Hal ini terbukti dari kehidupan mereka yang memperlihatkan ciri-ciri kehidupan Kristen yang bertumbuh. Apa ciri-ciri kehidupan Kristen yang dimiliki oleh jemaat Tesalonika?

Yang pertama adalah “adanya pekerjaan iman” (ay. 3a, 6, 9b). Iman berarti kepercayaan seseorang kepada Tuhan, bahkan penyerahan total kepada rahmat dan kesetiaan Tuhan. Dalam iman juga terlihat ada suatu hubungan yang intim dan mesra antara satu pribadi dengan pribadi lainnya. Ini terlihat jelas dalam kehidupan jemaat Tesalonika. Dalam ayat 3, Paulus bukan hanya memakai kata “iman” tapi “pekerjaan iman.” Ini menunjukkan bahwa iman yang hidup dalam jemaat Tesalonika adalah iman yang sangat aktif, bukan iman yang pasif; iman yang nyata dalam pengakuan yang tegas dan tindakan yang konkrit. Hal ini terlihat dalam ayat 6, di mana dikatakan, mereka telah menjadi penurut para rasul dan penurut Tuhan. Bagaimana dengan kita? Marilah kita menyatakan pekerjaan iman!

STUDI PRIBADI: Apakah perbedaan antara iman yang pasif dan aktif? Mengapa iman kita harus aktif, dan bukan pasif?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar mereka dapat menghidupi iman mereka, sehingga pertumbuhan kerohanian dan karakter mereka semakin baik dan memuliakan nama Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami