Jumat, 09 April 2010
Belajar Mengucap Syukur

Ayat Bacaan: Lukas 17:11-19
“Lalu Yesus berkata: Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu?” (Lukas 17:17)

Pada dasarnya, banyak orang termasuk kita, seringkali lupa untuk bersyukur pada Tuhan atas anugerah dan berkat Tuhan. Celakanya, kita punya seribu satu macam alasan untuk membenarkan kealpaan ucapan syukur itu. Setidaknya, ada tiga alasan yang mungkin mewakili alasan-alasan kita; (1) kita lupa bersyukur karena segala kebaikan yang ada di dalam hidup kita itu memang sudah sewajarnya terjadi, (2) kita lupa bersyukur karena kita menganggap ucapan syukur itu hanya untuk sesuatu yang ajaib yang terjadi dalam hidup kita. Misal, kita bersyukur karena kita terlewatkan dari kecelakaan besar ketika kita sedang berkendara, (3) kita lupa bersyukur karena kita menganggap bahwa semua hal yang kita miliki atau peroleh merupakan hasil usaha kita.

Demikian pula dengan sembilan orang kusta, yang disembuhkan oleh Tuhan yang tidak kembali untuk bersyukur. Ada begitu banyak alasan yang mungkin dapat mereka sampaikan. Salah satunya, mereka memilih untuk meneruskan perjalanan mencari para Imam, dengan tujuan mendapatkan pernyataan resmi tentang kesembuhan diri mereka. Namun yang unik, ada satu orang yang kembali untuk bersyukur kepada Tuhan. Pertanyaannya, mengapa orang ini kembali untuk bersyukur pada Tuhan, padahal mencari imam untuk disahkan kesembuhannya adalah “penting” bagi dia?

Orang ini memilih untuk kembali dan bersyukur kepada Tuhan karena ia sadar bahwa kesembuhan yang dirasakannya itu, semata-mata adalah anugerah-Nya. Ini dilukiskan melalui sikap sujud sembah kepada Tuhan (ay. 16), yang menyatakan kesadarannya bahwa ia bukanlah siapa-siapa (perlu diingat bahwa ia adalah orang Samaria, orang yang direndahkan oleh orang Yahudi). Ia sadar bahwa Tuhan tidak wajib menyembuhkannya, tetapi Tuhan memberikannya. Inilah anugerah Tuhan.

Belajar dari bagian ini, mari kita belajar peka melihat anugerah demi anugerah yang Tuhan telah berikan di dalam setiap bagian kehidupan kita. Dengan memiliki kepekaan ini, kita dimampukan untuk senantiasa hidup mengucap syukur kepada Tuhan.

STUDI PRIBADI: Apa yang menyebabkan kita lupa bersyukur? Bagaimana cara agar kita hidup senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan agar Ia memberi kepekaan dan kesadaran tentang anugerah-Nya yang dapat kita rasakan di dalam hidup kita setiap harinya, sehingga kita mampu bersyukur dalam segala hal.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami