Ayat Bacaan: Rut 2:1-7
“Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.” (Rut 2:3)
Sebagai ciptaan, kita memiliki keterbatasan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Namun keterbatasan kita ini bukan berarti Allah menciptakan kita dengan tidak sempurna; melainkan agar kita senantiasa mau berharap dan berserah pada pimpinan Tuhan.
Dalam kisah kehidupan Rut ini, kita menemukan peristiwa unik. Apa uniknya? Ketika Rut sedang mencari bulir-bulir jelai yang tersisa di sebuah ladang; ternyata ladang tersebut milik Boas, seorang dari kaum Elimelekh. Penulis Kitab Rut mencatat peristiwa itu demikian, “kebetulan ia berada di tanah milik Boas” (Rut 2:3). Istilah “kebetulan” tentu menarik perhatian kita. Apakah Rut tidak merencanakan sebelumnya untuk pergi ke ladang Boas? Ternyata tidak! (ay. 2). Peristiwa itu sungguh-sunguh suatu kebetulan! Rut tidak pernah merencanakannya!
Dari perspektif kita yang terbatas, kita mengatakan bahwa peristiwa yang dialami Rut tersebut terjadi secara kebetulan, karena Rut sungguh-sungguh tidak merencanakan; tetapi apa yang nampak kebetulan, ternyata Tuhan sedang bekerja di baliknya. Tuhan yang menempatkan Rut dalam ladang Boas; bahkan berjumpa dengan Boas sendiri.
Demikian pula dengan hidup kita. Apa yang kita anggap sebagai suatu kebetulan; sebenarnya bukanlah suatu kebetulan (peristiwa tanpa sebab!), tetapi Tuhan memang sedang mengerjakan sesuatu dalam hidup kita (bnd. Rm. 8:28). Hanya saja, pernahkah kita bersyukur dan berserah kepada pimpinan-Nya. Jika Tuhan mengizinkan suatu peristiwa terjadi dalam hidup kita; entah itu baik atau buruk, kita diharapkan belajar mengenal Tuhan dan mengenal diri sendiri dengan benar. Janganlah kita menyombongkan diri di hadapan-Nya, karena merasa mampu, atau merasa putus asa, karena kita beranggapan bahwa Tuhan tidak mengasihi kita!
Marilah kita menyadari, jika kita berada dalam pimpinan Tuhan, biarlah Tuhan yang memimpin kita; dan kita menaati-Nya secara total. Percayalah, apapun yang terjadi dalam hidup kita; ada Tuhan yang selalu menyertai dan memimpin kita.
STUDI PRIBADI: Apa yang membuat kita sering ragu terhadap pimpinan Tuhan? Jika Tuhan mengontrol semua peristiwa, bagaimana seharusnya sikap kita kepada-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka mengerti bahwa Tuhan selalu menuntun mereka, sekalipun di tengah-tengah kesulitan. Berdoalah agar mereka tetap berharap dan percaya pada Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index