Rabu, 31 Maret 2010
Keinginan Berzinah

Ayat Bacaan: Matius 5:27-30
”Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28)

Dalam Khotbah-Nya di Bukit, Tuhan Yesus mengagetkan pendengar-Nya ketika Tuhan mempersamakan “berzinah” dengan “keinginan berzinah.” Tuhan berkata, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mat. 5:28).

Kata “menginginkannya” dalam ayat di atas ini, tidak sekadar hanya melirik, tetapi mengarahkan hati kepada perempuan itu, sehingga lama-kelamaan timbul bara yang membakar dalam hati orang tersebut. Ini seperti yang terjadi dengan isteri Potifar kepada Yusuf. Kejadian 39:7-10 mencatat, selang beberapa waktu istri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya, “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf menolak... Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.”

Sebagai orang percaya, kita perlu waspada dengan dorongan keinginan ini, karena banyak perselingkuhan terjadi diawali dorongan keinginan mata ini. Maka, kita perlu berhati-hati dalam hal memandang. Pornografi, yang dapat memperbesar dorongan keinginan yang tidak kudus, yang bisa ditawarkan melalui internet, film atau literatur, harus dengan tegas kita tolak. Demikian pula, jika kita melihat lawan jenis yang berpakaian kurang pantas, hendaklah kita alihkan pandangan kita pada obyek lain. Janganlah kita membiarkan pandangan kita terjebak dengan hal-hal yang tidak sepantasnya.

Tuhan Yesus sendiri mengingatkan kita: “Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu.” Demikian pula: “Jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu. Karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu dengan utuh masuk neraka” (ay. 29-30). Dari pernyataan Tuhan Yesus ini, kita tahu, betapa serius dan ngerinya persoalan keinginan yang salah, jika kita menurutinya!

STUDI PRIBADI: Apa yang membuat seseorang lebih mudah menuruti keinginan yang salah daripada menguasainya? Langkah apa yang diperlukan menghindarinya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan memohon kekuatan dari-Nya agar kita mampu menguasai keinginan-keinginan buruk yang muncul dan memperdayai hati kita untuk menurutinya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami