Ayat Bacaan: Mazmur 119:41-56
“Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu.” (Mazmur 119:55)
Pemazmur mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan dan Taurat-Nya. Dalam Taurat dalam bahasa Ibrani, “Torah” berarti pengajaran atau pendidikan penuh kasih dari orangtua kepada anak-anaknya atau guru kepada murid-murid-Nya. Dalam pengertian ini, Taurat membimbing dan mengarahkan manusia untuk berpegang teguh pada ajaran-ajaran-Nya. Berpegang pada Taurat bukan sesekali saja, tapi seterusnya (ay. 44).
Di era reformasi ini, kita tengah berada dalam situasi krisis yang berkepanjangan. Maraknya berita melalui media cetak dan elektronika, yang juga berkembang dari mulut ke mulut, memunculkan berbagai ketakutan dan kekuatiran yang tidak semestinya. Di tengah situasi seperti ini, kita perlu pegangan yang dapat diandalkan. Kita membutuhkan kekuatan. Kekuatan itu adalah firman Tuhan yang memberi pengharapan dan sukacita. Firman yang menghidupkan memberi kekuatan kepada orang-orang yang menjadi saksi firman-Nya (bnd. Yeh. 3:3).
Bagi orang percaya, kekuatan yang dapat diandalkan adalah Tuhan sebagai sumber hidup kita, dan kita juga harus setia kepada-Nya. Ia adalah Allah Pencipta dan Pemelihara langit dan bumi. Ialah satu-satunya Allah, sumber kekuatan yang menyapa manusia melalui firman-Nya. Firman-Nya menjadi kebutuhan primer, harta paling berharga dan sumber hidup kita. Firman Tuhan memberikan jalan kehidupan yang benar bagi orang-orang percaya. Maka, hiduplah bersama firman Tuhan dalam pergumulan hidup kita masing-masing. Untuk menjawab berbagai teka-teki era reformasi ini, maka firman Tuhan harus menjadi pelita yang bercahaya dan terang yang dapat menjernihkan segala sesuatu akibat krisis yang menimpa.
Itulah sebabnya sebagai orang percaya, kita harus setia pada janji-janji Tuhan dalam firman-Nya yang kudus. Dengan senantiasa merenungkan dan mengaplikasikan firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari, kita akan berjalan dalam perkenaan-Nya dan kita akan menikmati kasih-Nya yang memberikan penghiburan ketika kita menghadapi pergumulan, tantangan, dan kesusahan hidup.
STUDI PRIBADI: Apakah yang menjadi penuntun kebenaran dalam hidup orang percaya? Dengan cara bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar mereka suka merenungkan firman Tuhan yang akan menjadi penuntun dan pelita bagi perjalanan hidup anak Tuhan, di manapun dan dalam kondisi apapun.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index