Ayat Bacaan: Amsal 1:7
“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 1:7)
Bagian firman Tuhan ini merupakan motto kitab Amsal. Ada beberapa penafsir yang berpendapat bahwa ayat ini merupakan konklusi dari introduksi, atau dapat juga dikatakan sebagai permulaan dari bagian berikutnya yang berisikan nasihat bagi orang muda. Ayat ini juga serupa dengan Ayub 28:28 dan Amsal 9:10, kecuali untuk kata “pertama” atau “permulaan.” Terjemahan kata “takut” di sini sebenarnya tidak berkonotasi negatif, tetapi merupakan sebuah sikap yang positif terhadap Tuhan, yaitu sikap hormat. Ayat 7 merupakan sebuah amsal antitetik yang kita jumpai pada umumnya di dalam pasal 10-16, dan mempunyai kesamaan dengan Mazmur 111:10, kecuali susunan kata-katanya yang terbalik.
Istilah “orang bodoh” dipakai sebanyak dua puluh enam kali dalam Perjanjian Lama, sembilan belas kali istilah tersebut dipakai dalam kitab Amsal. Ada beberapa pengertian “orang bodoh”, yaitu orang yang congkak (Ams. 12:15), cepat marah (Ams. 12:16), dan tidak mau taat (Ams. 15:5). Dengan kata lain, orang bodoh berlawanan dengan sikap orang yang takut akan Tuhan.
Alasan bagi setiap manusia untuk takut kepada Tuhan adalah karena kuasa-Nya yang besar selaku Pencipta segala sesuatu dan semua bangsa (Mzm. 33:6-9); serta menyadari kekudusan Allah, yaitu perlawanan-Nya, yang tanpa berkeputusan terhadap dosa. Alasan ini memunculkan tanggapan normal manusia untuk takut kepada-Nya (Why. 15:4). Selain itu, takut akan Allah juga muncul dari kesadaran akan kenyataan bahwa Allah yang adil akan menghukum tindakan seluruh umat manusia (Ul. 17:12-13).
Takut akan Tuhan bukan sekadar sebuah doktrin alkitabiah, namun sebaliknya, dalam banyak hal, takut akan Tuhan mengena langsung pada kehidupan manusia. Jika seseorang sungguh-sungguh takut akan Tuhan, ia akan menjalani hidupnya dengan taat kepada perintah-perintah-Nya dan dengan tegas menampik perbuatan dosa. Selain itu, hidup orang yang takut akan Tuhan akan menyembah dan memuliakan-Nya sebagai Tuhan atas segala sesuatu (Mzm. 22:24).
STUDI PRIBADI: Bagaimana seharusnya sikap orang Kristen dalam menjalankan hidupnya? Apakah kita telah hidup dengan sikap yang takut kepada Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa supaya setiap orang Kristen memiliki sikap yang benar dalam menjalankan kehidupannya sehingga dapat memuliakan Tuhan. Kesulitan hidup ini membuat kita semakin hidup bersandar dalam kebesaran-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index