Rabu, 17 Maret 2010
Kasih Tanda Hidup Baru (2)

Ayat Bacaan: 1 Yohanes 3:11-24 (lanjutan)
“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15)

Mengapa sebagai umat Tuhan, kita dituntut untuk saling mengasihi? Selain membuktikan kita telah memperoleh hidup kekal, Yohanes juga menjelaskan:

Pertama, inti dari kasih Allah menjelaskan arti kematian Kristus. Dalam ayat 16-18, Rasul Yohanes menjelaskan dengan gamblang bahwa kasih merupakan penjelasan penting mengenai kematian Kristus di atas kayu salib. Tidak ada perintah dan teladan penting lain, yang diperintahkan Allah untuk dilakukan, selain dari kasih. Allah terlebih dulu memberikan teladan-Nya, melalui Kristus, yang mengalami kematian untuk menebus manusia berdosa. Hal ini menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada kita. Bagi Yohanes, inti dari kasih adalah pengorbanan, dan tidak mementingkan diri sendiri. Kasih menitikberatkan kepada pengorbanan yang didasarkan pada perbuatan benar.

Kedua, kasih merupakan jaminan keyakinan di hadapan Allah (ay. 19-24). Apa maksudnya? Rasul Yohanes menuliskan bagian ini, karena pada zaman itu ada orang-orang percaya hidup di dalam kepura-puraan. Mereka tidak melakukan kasih, tapi dalam kesehariannya, mereka hidup seakan-akan mengasihi orang lain. Hati nurani mereka tahu bahwa mereka tidak melakukan kasih; dan lebih daripada itu, Allah tahu sikap hati mereka yang tidak melakukan kasih. Ini adalah sebuah introspeksi di dalam diri orang percaya. Ketika ia melakukan kasih, hatinya akan meneguhkan perbuatan tersebut, sehingga ia akan merasa yakin hidup di hadapan Allah.

Bagaimana dengan kita hari ini? Dalam zaman kita ini, kasih hanyalah sebuah pilihan dari tindakan baik. Kasih merupakan pilihan-pilihan yang dapat dianggap baik dan bukan karakter yang muncul sebagai akibat dari iman kepada Yesus Kristus. Sebagai manusia yang sudah diselamatkan, kita perlu hidup dalam kasih yang sejati (kasih Allah). Selanjutnya, kita harus tetap menunjukkan kasih yang sejati itu kepada orang lain. Mother Teresa pernah menulis, “We cannot all do great things. But we can do small things with great love.”

STUDI PRIBADI: Apa yang Allah telah teladankan bagi kita dalam memahami kasih? Siapa saja yang tahu jika kita mengasihi dalam kepura-puraan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah dan mohonlah pengampunan Tuhan karena kita belum mampu memahami dan menyatakan kasih Allah bagi orang-orang di sekeliling kita; dan agar Ia memampukan kita untuk melakukannya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami