Selasa, 16 Maret 2010
Kasih Tanda Hidup Baru (1)

Ayat Bacaan: 1 Yohanes 3:11-24
“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15)

Di zaman postmodern ini, kasih sejati yang dinyatakan kepada orang lain sulit untuk ditemukan. Mengapa demikian? Karena: (1) Manusia lebih fokus mengasihi diri sendiri (self-centered); serta (2) Konsep tentang kasih terhadap sesama yang sudah “kabur.”

Firman Tuhan mengingatkan beberapa hal penting berkaitan dengan kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru, yakni: Pertama, mengasihi orang lain. Perhatikan ayat 11-12. Di dalam ayat ini, Yohanes membandingkan antara kasih dan kebencian. Kasih berasal dari mulanya, sementara itu, kebencian berawal dari keberadaan manusia yang telah berdosa. Yohanes mau menekankan bahwa “kasih” pada orang-orang percaya zaman itu sebagai suatu perbuatan yang nyata, dan bukan sebaliknya, ataupun hidup di dalam kebencian.

Yohanes mengangkat kisah “Kain” untuk menyatakan suatu perbuatan yang tidak didasarkan kepada “kasih.” Kebencian merupakan lawan dari “kasih.” Kebencian berasal dari si jahat. Rasul Yohanes menghendaki, orang-orang Kristen yang teraniaya karena imannya kepada Kristus, tetap hidup di dalam kasih dan melakukan kasih itu di dalam hidup kesehariannya.

Kedua, kasih adalah implikasi kita memperoleh kehidupan kekal. Dalam ayat 13-15, Rasul Yohanes memberikan suatu analogi, yakni “Tidak Mengasihi = Membenci; Membenci = Membunuh; Membunuh = Tidak Memiliki Hidup Kekal.” Dengan kata lain, bagi mereka yang tidak percaya kepada Kristus, maka Kasih merupakan pilihan dari sejumlah tindakan baik (maksudnya boleh mengasihi atau tidak mengasihi). Namun, bagi mereka yang percaya pada Kristus, Kasih merupakan “bukti” dari kehidupan kekal. Yohanes menekankan bahwa mereka yang melakukan kasih dan hidup di dalam kasih adalah orang-orang yang memiliki hidup kekal.

Bagaimanakah dengan kita hari ini, adakah kasih kita kepada orang lain adalah kasih yang dilakukan dengan sungguh-sungguh? Adakah kasih kita kepada mereka merupakan bukti dari kehidupan kekal yang telah kita terima dari Tuhan kita?

STUDI PRIBADI: Apa bukti bahwa seseorang menyadari bahwa dirinya telah memperoleh hidup kekal? Mengapa kasih menjadi bukti bahwa kita memperoleh hidup kekal?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan supaya setiap kita memiliki kesadaran bahwa mengasihi bukanlah sebuah pilihan tetapi aktualisasi dari kehidupan kekal yang telah kita terima karena keselamatan yang Tuhan berikan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami