Sabtu, 13 Maret 2010
Setia Sampai Akhir

Ayat Bacaan: 2 Tawarikh 34:1-7
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.” (2Tawarikh 34:2)

Setidaknya, ada dua jenis hewan yang kita kenal sebagai hewan yang setia. Pertama adalah merpati, binatang yang dikenal sangat setia pada pasangannya, sehingga hampir dalam setiap kartu undangan pernikahan, ada gambar sepasang merpati yang menyatakan kesetiaan kedua mempelai. Kedua adalah anjing, yang begitu setia kepada tuannya. Bahkan, untuk mengingat kesetiaan hewan ini, didirikan monumen dirinya, di Jepang. Jika hewan tersebut bisa setia, seharusnya kita harus bisa lebih setia. Kita harus setia pada pasangan, terlebih lagi kepada Tuhan, yang adalah Tuan kita.

Apabila kita melihat latar belakang Raja Yosia, yang memiliki kakek (Raja Manasye) dan ayah (Raja Amon) yang melakukan kejahatan di mata Tuhan (2Taw. 33:2, 22), pastilah Raja Yosia pun melakukan hal yang sama. Karena, sejak kecil dia telah melihat dan hidup dalam situasi dan kondisi yang demikian. Tapi, firman Tuhan dengan jelas mencatat bahwa ternyata, ia (Yosia) melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya—tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Mengapa bisa demikian?

Hal ini terjadi karena sejak Yosia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya (ay. 31). Yosia tidak mencari allah-allah lain yang disembah kakek ataupun ayahnya, dan bangsa lain. Tetapi ia mencari Allah Daud. Siapakah Allah Daud ini? Allah Daud adalah Allah Pencipta langit dan bumi, Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Allah yang berkuasa dan hidup; Allah yang mengikat perjanjian dengan umat-Nya dan juga Allah yang setia. Bukan hanya itu saja, Yosia juga mengenal Allah dan melakukan firman-Nya atau Taurat Musa (2Raj. 23:25), sehingga ia menghancurkan semua berhala di Yehuda dan Yerusalem; menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada Tuhan, Allah mereka. Pengenalan serta relasi yang benar terhadap Allah yang benar dan setia, memampukan dirinya untuk hidup benar dan setia sampai akhir hidupnya. Bagaimanakah dengan kita?

STUDI PRIBADI: Apa yang membuat seseorang dapat begitu militan hidup bagi Allah? Apa yang dimaksud “mengenal Allah”?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap orang Kristen agar kita dapat hidup menurut kehendak Tuhan; yang membuktikan bahwa kita telah mengenal Tuhan dengan benar, dan hidup menurut firman-Nya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami