Ayat Bacaan: Markus 11:20-26
“Yesus menjawab mereka: Percayalah kepada Allah.” (Markus 11:22)
Pada Minggu Palem, Yesus mengalami perjalanan dramatis; masuk ke kota Yerusalem di tengah-tengah teriakan, “Hosana!” Kemudian, bermalam tiga hari di sana. Dalam Markus 11:12 dikatakan bahwa keesokan harinya, pada waktu Yesus ingin makan buah ara, Dia sangat kecewa melihat pohon ara itu tidak berbuah. Dia mengutuk pohon ara itu. Esoknya, menjelang hari Minggu Suci sebelum Paskah, pada saat mereka lewat, mereka menemukan pohon ara itu kering sampai ke akar-akarnya (ay. 20). Ini adalah mujizat Allah yang terkesan merusak, tetapi ada dua alasan di balik peristiwa itu.
Pertama, ini hanya bersifat perumpamaan. Pohon ara ini melambangkan bangsa Israel yang sudah dirawat oleh pemilik kebun, tapi tidak dapat berbuah rohani, ia hancur rohani dengan menolak Mesias. Kedua, Kristus memberi pelajaran kepada para murid untuk selalu beriman menghadapi hari-hari di depan mereka. Di balik pengalaman traumatis ini, Dia ingin mengajar mereka untuk percaya pada Allah.
Ada 4 hal yang perlu kita perhatikan untuk beriman dalam Tuhan: (1) Perintah untuk percaya pada Tuhan (ay. 22). Iman adalah kekuatan dalam setiap tantangan kehidupan. Waktu kita mengalami kebimbangan, kecewa, marah, kemiskinan, sakit, dan kematian, kesepian, percayalah pada-Nya! (2) Kebenaran iman (ay. 23). Yesus memakai ayat ini untuk menjelaskan iman mereka, tapi yang harus diingat adalah, semua itu ada dalam kedau-latan Tuhan. Seperti pohon ara, gunungpun mewakili tantangan dalam kehidupan kita. Iman akan selalu berpegang pada janji dan kemenangan, tetapi ia harus berpusat pada kehendak Allah dan firman-Nya. (3) Prosedur iman (ay. 24). Di sini dijelaskan bahwa iman diaktivasi dalam doa, namun, semua hal ini tetap berada di bawah kedaulatan Allah. (4) Halangan iman (ay. 25-26). Akhirnya Yesus memperingatkan para murid-Nya, apabila kita tidak mempunyai hati yang mengampuni, maka itu akan merusak iman dan menghancurkan kehidupan doa kita. Adakah penghalang ini di dalam hati kita? Ingat, salib di mana Yesus mati untuk menebus dosa-dosa kita. Amin.
STUDI PRIBADI: Apa yang menjadi dasar kita dalam beriman kepada Tuhan? Apakah keinginan kita lebih kuat dari kehendak Allah ?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar kita bisa selalu melihat keindahan bunga mawar di tengah duri-durinya, bukan sebaliknya melihat duri di sekitar bunga mawar tersebut.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index