Sabtu, 06 Maret 2010
Siap Setiap Saat

Ayat Bacaan: Matius 24:37
“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:37)

Nasihat untuk berjaga-jaga berlaku bagi setiap orang percaya. Itu berarti, kehidupan orang Kristen selalu berkorelasi dengan setiap pengajaran firman Tuhan. Tidak ada seorangpun yang boleh hidup dengan sia-sia, sembarangan, tanpa arti dan seenaknya, tanpa memperhatikan kedahsyatan kedatangan Anak Manusia. Sebab, kedatangan-Nya bisa terjadi seperti pada zaman Nuh—seluruh umat manusia binasa, dan tak seorangpun diselamatkan, kecuali keluarga Nuh. Hal yang sama akan terjadi pada saat kedatangan Anak Manusia nanti.

Pertama, Tuhan menghendaki kita percaya pada janji dan nubuat-Nya. Apa yang sudah tersirat dalam Alkitab, semua akan terjadi sesuai dengan rencana-Nya. Tuhan akan menghancurkan dunia dan membinasakan umat manusia seperti yang telah terjadi pada zaman Nuh, hanya saja bentuknya berbeda, yaitu dengan api. Yang menolak Nuh, berarti menolak nubuat firman Tuhan; yang menolak bahtera, berarti menolak keselamatan Tuhan.

Kedua, Tuhan menghendaki kita hidup dalam keutuhan dengan orang yang kita kasihi. Jika kita tidak mengindahkan nasihat-Nya, maka Tuhan akan memisahkan orang-orang yang kita cintai, “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat. 24:40-42).

Ketiga, Tuhan menghendaki setiap kita selalu siap setiap saat, kapan dan di mana saja. Kita harus hidup di dalam terang firman Tuhan, menjaga kekudusan, mengasihi dan melayani Dia dengan setia. Jangan mengulang kesalahan orang-orang pada zaman Nuh. Tuhan akan melenyapkan orang yang tidak taat dan tidak percaya. Tuhan akan membinasakan orang yang melecehkan nasihat-Nya, yang hidup dengan sikap masa bodoh, acuh tak acuh, dan yang tidak peduli kedatangan-Nya. Apakah kita siap menyambut kedatangan-Nya?

STUDI PRIBADI: Bagaimana seharusnya kehidupan anak-anak Tuhan dalam menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali? Mengapa hal ini penting?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat agar tiap kita memiliki pengenalan yang benar terhadap kepercayaan yang kita terima, sehingga kita dapat mengerti dan melakukan perintah Tuhan seperti yang telah difirmankan-Nya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami