Selasa, 02 Maret 2010
Makna Sabat (2)

Ayat Bacaan: Keluaran 20:8-11 (lanjutan)
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” (Keluaran 20:8)

Aduh, maaf, saya sibuk sekali—ketika mendengar kalimat tersebut, mungkin kita menduga bahwa perkataan ini diucapkan oleh seorang kepala keluarga yang dengan berat dan usaha kerasnya berjuang memenuhkan kebutuhan keluarganya. Mungkin kita juga menduga bahwa kalimat ini diucapkan oleh seorang ibu yang kerepotan di dalam mengurus rumah tangganya. Tetapi, saat ini, kalimat ini kita dengar, bukan saja dari orang dewasa atau para pengusaha yang sedang menghadapi krisis dalam pekerjaan, tapi juga dari seorang anak kecil, anak sekolahan yang sedang menghadapi UNAS atau UAS. Intinya, di dalam dunia saat ini, kesibukan telah menjadi gaya hidup manusia.

Gaya hidup semacam ini juga muncul setelah bangsa Israel ditindas selama 400 tahun lebih di tanah Mesir. Paksaan kerja tanpa istirahat telah membuat mereka terbiasa hidup di dalam pola bekerja dan bekerja, tanpa beristirahat. Mereka memiliki konsep; harus bekerja untuk hidup. Namun celakanya, gaya hidup semacam ini menyebabkan mereka terbiasa untuk hidup mengandalkan dirinya sendiri dan bukan mengandalkan Tuhan atau rencana-Nya. Bukankah hal serupa juga terjadi dalam kehidupan manusia modern saat ini? Manusia terbiasa bekerja dan bekerja, sibuk dan sibuk, sampai-sampai mereka melupakan Tuhan (contohnya: tidak pernah lagi datang ke gereja karena sibuk).

Untuk itulah, Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk merayakan Sabat atau waktu berhenti, supaya mereka belajar hidup mengandalkan Tuhan dan bukan diri mereka sendiri. Ini bukanlah perintah yang gampang dilakukan bagi orang Israel waktu itu; sebab mereka merasa bahwa mereka tidak akan bisa hidup kalau mereka tidak berjuang dan bekerja. Tetapi, jika kita melihat dalam sejarah perjalanan bangsa Israel, bukankah kita melihat bahwa mengandalkan diri hanya akan berujung kepada kehancuran, dan mengandalkan Tuhan akan mendapat berkat (bnd. Kel. 14–Kitab Ulangan). Dengan menjalankan Sabat, berarti kita mau mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.

STUDI PRIBADI: Apa maksud Tuhan memberikan Sabat kepada kita? Bagaimana cara agar kita dapat menerapkannya?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa kepada Tuhan, mohonlah ampun kepada-Nya, jika kita selama ini hidup mengandalkan diri dan bukan mengandalkan Tuhan, serta memohon kekuatan untuk hidup bersandar penuh kepada-Nya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami