Selasa, 23 Februari 2010
Bersehati Dalam Kristus

Ayat Bacaan: Filipi 2:14-30
“Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri... Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2:4-5)

Dalam bacaan hari ini, kita menemukan beberapa hal yang dapat menghalangi diri kita dari ketekadan kita untuk sehati dan sepikir dalam Kristus, yakni:

(1) Mencari kepentingan sendiri. Paulus menganjurkan, jika kita ingin sehati dan sepikir di dalam Kristus, maka masing-masing kita tidak boleh mencari kepentingan diri sendiri; demi Kristus, kita harus rela mengorban-kan semua kepentingan pribadi. Dalam dunia politik, ada satu semboyan, “selama kita memiliki kepentingan yang sama, kita adalah kawan, tapi pada saat kita memiliki kepentingan yang berbeda, kita adalah lawan.” Namun, tidak demikian dengan gereja, kita harus mementingkan kemuliaan Tuhan, bukan diri sendiri. Namun sayang apa yang kita lihat hari ini, berapa banyak hamba-hamba Tuhan, pimpinan-pimpinan gereja yang tidak segan-segan memanipulasi pekerjaan Tuhan, mengorbankan kemuliaan Kristus, hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja.

(2) Mencari Puji-pujian yang sia-sia. Hal ini berhubungan erat dengan sifat tamak, tamah akan harta, tamak kedudukan, tamak puji-pujian yang merupakan dosa di hadapan Tuhan. Sifat ini dapat merusak pelayanan.

(3) Sombong. Paulus berkata: “Hendaklah dengan rendah hati, yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri.” Istilah sombong ini mengandung arti, merasa dirinya lebih baik, lebih rohani, lebih mengasihi Tuhan, lebih bertalenta, dibandingkan orang lain. Yang dilihat hanya kelebihan diri sendiri dan kelemahan orang lain, bukan sebaliknya. Seseorang yang merasa dirinya lebih utama dari orang lain, sulit menerima pendapat orang lain dan sulit untuk memperbaiki kesalahan diri sendiri. Kita harus ingat bahwa segala yang kita miliki, semata-mata adalah anugerah Tuhan yang harus kita pakai untuk memuliakan Tuhan.

(4) Egois. Jangan tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingan sendiri, tapi kepentingan orang lain juga. Inilah perintah Tuhan Yesus. Demi kepentingan orang lain kita rela mengorbankan kepentingan pribadi, demi kepentingan pelayanan.

STUDI PRIBADI: Bagaimana seharusnya sikap hidup kita dalam komunitas orang percaya? Apa yang Tuhan kehendaki dalam hubungan kita dengan sesama dalam pelayanan?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap aktivis, hamba Tuhan dan majelis gereja agar mereka memiliki kesehatian dalam pelayanannya, sehingga mereka dapat melayani untuk kemuliaan Kristus saja.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami