Senin, 22 Februari 2010
Pengharapan Kristen

Ayat Bacaan: Ibrani 6:11-20
“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.” (Ibrani 6:11)

Sebagian orang bersikap optimis karena mendapat yang ia inginkan; ini adalah temperamen natural. Tapi, sebagian lain bersikap pesimis. Orang tertentu melihat duri pada mawar; yang lainnya melihat mawar di tengah duri. Pengharapan sejati tidak berdasar pada pendapat subyektif. Seseorang yang hanya optimis dan tidak berdasarkan pengharapan akan terperangkap pada sesuatu yang salah, karena hanya temperamen yang menjadi dasar utamanya. Bagaimana dengan orang Kristen?

(1) Pengharapan Kristen bertumbuh dari iman (Ibrani 6:12). Kita diajar untuk menjadi “penurut-penurut yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” Pengharapan dan iman membuat kita tetap bertahan walau banyak kekecewaan. Abraham merupakan salah satu contoh yang sangat baik, di mana iman dan kesabarannya diuji, tetapi ia berhasil (Kej. 12:1-7; 22:16).

(2) Pengharapan Kristen disediakan oleh Allah (Ibrani 6:18c). Allah telah menyediakan pengharapan di depan kita; dan pengharapan itu bukan kehidupan duniawi, melainkan pengharapan akan hidup yang kekal (bnd. 2Kor. 5:6-8).

(3) Pengharapan Kristen adalah sauh di tengah badai kehidupan (Ibr. 6:19). Pythagoras berkata: “kekayaan adalah sauh yang lemah; ketenaran bahkan lebih lemah.” Jika demikian, apakah sauh yang kuat itu? Hikmat, hati yang besar dan keberanian yang bersandar pada Allah; itulah sauh yang tak tergoyahkan badai. Kata sauh mempunyai arti “held firmly” (kuat). Kita bisa kuat, karena memiliki pengharapan yang teguh (Rm. 8:24).

(4) Pengharapan Kristen ada di dalam Yesus Kristus (Ibrani 6:19-20). Pengharapan kita ada dalam Juruselamat yang telah bangkit bagi kita. Yesus adalah Pendahulu kita, Imam besar kita. Pengharapan yang hidup ini harus kita imani. Hidup tanpa kristus adalah hidup tanpa pengharapan. Iman adalah berserah pada Kristus, menjadikan Dia sebagai Allah dalam kehidupan kita. “Kristus ada di tengah-tengah saudara, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan” (Kol. 1:27).

STUDI PRIBADI: Sebutkan dari manakah pengharapan Kristen itu? Apa perbedaan antara pengharapan yang muncul karena temperamen dengan yang Alkitabiah?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat Tuhan agar proses pertumbuhan imannya boleh nyata dalam kehidupan mereka dari hari ke hari, sehingga pengharapan Kristen yang benar boleh menjadi dasar imannya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami