Ayat Bacaan: Yohanes 15:15
“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan... segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” (Yohanes 15:15)
Dalam bacaan hari ini kita menemukan bahwa Tuhan Yesus sangat terbuka dengan murid-murid-Nya, karena Dia menempatkan murid-murid-Nya sebagai sahabat-Nya. Sahabat sejati berarti orang yang mempercayai dan dapat dipercayai. Oleh karena itu, dalam persahabatan harus ada saling percaya dan mampu memegang rahasia. Dalam persahabatan, apa yang harus kita lakukan?
Pertama, mendengar. Sering, mendengar dipandang sebagai hal yang mudah dilakukan, padahal sesungguhnya banyak orang yang sulit untuk mendengar orang lain. Banyak orang cenderung suka banyak berbicara, terlalu cepat menyimpulkan sesuatu, dan memberi nasihat panjang lebar (yang sebenarnya tidak dibutuhkan) oleh sahabatnya.
Kedua, mengoreksi/menegur. Dalam persahabatan, terdapat saling terbuka, percaya dan bersedia mendengar, termasuk saling mengoreksi. Sahabat sejati bersedia mengoreksi dan dikoreksi/menegur dan ditegur. Banyak orang salah memahami arti persahabatan. Mereka beranggapan bahwa sahabat yang baik selalu menyenangkan hati sahabatnya, jangan sampai membuat sang sahabat tersinggung, marah, dan kecewa.
Ketiga, keberanian untuk berkata, “tidak.” Keterbukaan dalam persahabatan membuka ruang bagi kita untuk berani berkata “TIDAK” terhadap ajakan melakukan hal-hal yang negatif, yang tidak sesuai dengan iman kita. Dengan keberanian itu, kita akan mampu bertahan untuk hidup di dalam kebenaran di tengah maraknya pergaulan yang semakin bebas dan menuju pada hal-hal negatif dalam dunia sekitar kita ini. Dengan keberanian ini pula, kita dapat menolong diri sendiri maupun sahabat kita. Bagaimana dengan Anda?
Sejauh mana keterbukaan, kepercayaan dan kesediaan Anda untuk mendengar, dikoreksi, dan mengoreksi sahabat Anda? Sejauh mana Anda berfungsi sebagai garam dan terang yang membawa perubahan positif bagi sahabat Anda? Jadilah sahabat yang memiliki hati yang terbuka bagi sahabat Anda, dan berani mengoreksinya dalam kasih dan kebenaran.
STUDI PRIBADI: Apa yang harus kita lakukan, apabila kita menyebut diri sahabat sejati? Apakah kita harus menuruti semua keinginan sahabat kita agar kita nampak baik?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan memohon hikmat-Nya agar kita diberi-Nya hati yang bijak dan keberanian untuk menjadi sahabat yang baik bagi rekan kita, melalui kata dan perbuatan kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index