Kamis, 04 Februari 2010
Mengerti Kehendak Tuhan

Ayat Bacaan: Efesus 5:1-21
“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17)

Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus di tengah situasi yang disebut “hari-hari jahat” (kekafiran). Menurut beberapa orang penafsir, “hari-hari jahat” ini dapat menggambarkan kondisi mereka yang sedang menghadapi penganiayaan bangsa Romawi (bnd. 1Ptr. 4:12-19). Selain itu, mereka berhadapan pula dengan pengajaran dan permainan palsu (4:14), dengan filsafat-filsafat kosong, yang tidak mengakui Allah, dan meninggikan rasio (4:17-18); bahkan mereka tumpul melihat kebenaran Allah dan menyerahkan dirinya dalam berbagai-bagai dosa (4:19; 5:3-4). Di tengah kondisi demikian, Paulus dengan keras memperingatkan mereka, demikian, “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (ay. 17).

Dari bagian yang kita baca, khususnya ayat 15-17, setidaknya ada dua kehendak Tuhan bagi jemaat Efesus: (1) Tuhan menghendaki agar kita hidup seperti orang arif (ay. 15). Kata “arif” ini berarti “kemampuan memiliki pengertian akan apa yang secara etis benar dalam kehidupan sehari-hari.” Jika percabulan, keserakahan, perkataan kotor dan perbuatan-perbuatan gelap lainnya merupakan hal yang umum dan biasa bagi masyarakat saat itu; maka jemaat Tuhan tidaklah demikian (2Kor. 6:1). Mereka harus hidup dengan hati yang takut akan Allah (Ams. 1:7); sebab Dialah sumber hikmat.

(2) Tuhan menghendaki agar kita mempergunakan waktu yang ada (ay. 16a). Kata “menggunakan” dalam bahasa aslinya adalah “menebus.” Sedangkan kata “waktu” adalah “kairos” (kesempatan). Dengan demikian, frase “mempergunakan waktu yang ada” ini dapat diterjemahkan menjadi “melakukan yang terbaik, yang semaksimal mungkin dengan kesempatan yang ada.” Melakukan yang semaksimal mungkin dengan kesempatan yang ada bukan berarti kita berusaha memadatkan lebih banyak aktivitas ke dalam satu hari, melainkan kita menyesuaikan/menyusun ulang prioritas kehidupan kita sehari-hari agar sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Sudahkah kita mempergunakan waktu dan kesempatan yang Allah berikan dengan baik?

STUDI PRIBADI: Apa kehendak Allah bagi kita? Apakah kita telah melakukan kehendak-Nya? Apa hasilnya bagi kita?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa agar kita mau diubahkan dari cara hidup kita yang kurang berkenan kepada-Nya menjadi satu kehidupan yang berarti dan mau memuliakan Dia, sehingga kita dapat menerangi orang-orang di sekitar kita.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami