Ayat Bacaan: Amsal 30:15-16
“Si lintah mempunyai dua anak perempuan: ‘Untukku!’ dan ‘Untukku!’ Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: ‘Cukup!’” (Amsal 30:15)
Kata “lintah” ini merupakan simbol dari keserakahan; dan frasa “dua anak perempuan” melengkapi penggambaran sikap tamak yang tak pernah cukup, suatu sikap menuntut kepemilikan karena dikuasai oleh ketamakan. Pada kehidupan dahulu di Palestina, ada banyak jenis profesi rentenir (yang biasa kita kenal dengan sebutan lintah darat) dan sifat tamak mereka sudah jelas diketahui oleh rakyat.
Bagian berikut ayat yang kita baca ini, mengarah kepada klimaks dari keadaan sifat tamak tersebut, yakni “tiga hal yang tak akan kenyang, empat hal yang tak pernah berkata ‘cukup!” Frasa “Empat hal yang tak pernah cukup” itu dilukiskan pada ayat berikut ini sebagai dunia orang mati (yang tidak pernah cukup dengan kejahatan), rahim yang mandul (gambaran karakter istri orang Israel yang sedemikian berhasrat dan tidak ada habis-habisnya merindukan kehadiran seorang anak), bumi yang tak pernah puas dengan air (seperti tanah kering yang tak pernah cukup dengan siraman air), dan api yang tak pernah cukup untuk membakar.
Manusia cenderung senang mendapatkan sesuatu, dan kalau bisa, yang banyak. Hal ini tidaklah salah, tetapi adalah suatu masalah besar bila keinginan tersebut tidak berhenti pada satu titik untuk merasa puas dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Layaknya pelari yang berlari tanpa kenal garis finish, sifat tamak dapat membuat seseorang terus bergerak dalam kelelahan dan terus memaksakan diri walaupun hati tiada sukacita. Orang-orang terdekat dan keluarga menjadi terabaikan demi pemuasan nafsu dari orang yang dikuasai sifat tamak. Allah mau supaya setiap orang percaya merasa puas dan bersyukur atas hal-hal yang telah dimilikinya, ketimbang hal-hal yang belum dimiliki. Terwujudnya hal ini, jelas membutuhkan pengendalian diri dan iman yang sepenuhnya percaya bahwa hidup yang dijalani berada dalam pemeliharaan Allah yang sempurna. Bagaimana dengan kita? Jangan biarkan keinginan menguasai diri kita. Sebaliknya, kuasailah keinginan kita dengan tunduk pada pimpinan Tuhan.
STUDI PRIBADI: Bagaimanakah sikap orang Kristen terhadap suatu keinginan? Apakah arti puas ini menurut firman Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar mereka memiliki hidup yang penuh ucapan syukur dan belajar puas dalam segala hal, sehingga dapat menjalani kehidupan yang sesuai dengan firman Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index