Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 16:1-30
“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah
dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” (Kisah Para Rasul 16:25)
Puji-pujian kita, puji-pujian dari anak-anak Tuhan, melampaui batasan ruang dan waktu. Artinya, di manapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun, kita harus senantiasa memuji Tuhan. Dalam bacaan hari ini kita melihat, Paulus dan Silas ditangkap dan dipenjarakan bukan karena telah berbuat sesuatu yang melanggar hukum, melainkan karena mereka menjalankan misi Tuhan. Kita tahu, penjara zaman itu sangat berbeda dengan penjara zaman sekarang, keadaannya gelap, pengap dan nyawa manusia yang ada di dalamnya, tidaklah berarti.
Hari ini, kita masih hidup dalam keadaan bebas, dan dengan mudah memuji Tuhan, tetapi, bagaimana jika kita memasuki malam gelap, tanpa sedikitpun harapan bagi hari esok; dapatkah kita memuji seperti mereka? Mungkin suara Paulus dan Silas tidak semerdu suara artis, tetapi pujian mereka berasal dari kondisi yang sangat memprihatinkan, yang tetap merasakan penyertaan Tuhan yang ajaib. Selain itu, puji-pujian Paulus dan Silas ditujukan kepada Allah Bapa yang mereka layani dengan setia dan sepenuh hati; ditujukan pula kepada Allah Putra, yang karena nama-Nya mereka menderita; dan juga ditujukan kepada Allah Roh Kudus, yang telah memimpin perjalanan mereka hingga di Filipi, dan akhirnya mereka harus masuk penjara. Puji-pujian yang mereka naikkan bukan untuk memegahkan diri sendiri, melainkan semata-mata untuk kemuliaan Allah Bapa.
Saat ini, banyak beredar berbagai macam kaset rohani dengan tujuan meraup keuntungan dari konsumen, tanpa mempertimbangkan apakah nyanyian itu sesuai dengan Firman Tuhan. Yang lebih memprihatinkan, banyak penggubah lagu rohani yang belum dilahirbarukan. Berapa banyak di antara penggubah lagu-lagu kontemporer yang benar-benar menghayati kasih Allah Bapa yang mengutus Anak-Nya ke dalam dunia? Tidak heran jika lagu-lagu “rohani” yang populer hanya sekadar hiburan, hobby, untuk memuaskan pendengar sesaat saja, bukan berasal dari pergumulan iman yang sejati setelah melewati berbagai penderitaan dalam memikul salib. Bagaimanakah dengan kita?
STUDI PRIBADI: Bagaimanakah hubungan pujian seseorang dengan pengalaman atau penghayatan imannya? Bagaimanakah seharusnya orientasi puji-pujian Kristen?
DOAKAN BERSAMA: Doakan bagi para penggubah lagu Kristen agar mereka dapat menciptakan lagu yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dan bisa membangkitkan keimanan kepada Tuhan Yesus, dengan sehat dan benar.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index