Rabu, 30 Desember 2009
Burn Out (2)

Ayat Bacaan: 1 Raja-Raja 19:1-8 (lanjutan)
“Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.” (1 Raja-Raja 19:3)

Alasan lain, mengapa seseorang mengalami burn out, karena adanya perasaan ditinggalkan dalam kesendirian dan tidak dihargai (1Raj. 19:10b, 14b). Elia mengalami perasaan seperti itu ketika menyembunyikan diri dari ancaman Izebel. Tuhan bertanya kepadanya, “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” (ay. 9, 13). Elia menjawab, “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Jawaban Elia ini sebenarnya memperlihatkan keletihan jiwanya dan ketidakmampuannya mengatasi tekanan hidup yang menimpanya. Benar, bahwa Elia telah bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN. Ia juga setia kepada Tuhan selama masa penantiannya di tepi sungai Kerit. Ia mempertaruhkan reputasinya pada saat dia berdoa kepada Tuhan untuk memulangkan nyawa seorang anak janda di Sidon. Elia juga telah menaati perintah Tuhan untuk menghadapi Ahab dan nabi-nabi palsunya di gunung Karmel. Tuhan tahu semua yang telah Elia lakukan. Tetapi, di sini Elia tidak menjawab pertanyaan Tuhan, karena pertanyaan Tuhan adalah, “Apakah kerjamu?”, dan bukan “Apa yang telah engkau kerjakan?” Sebaliknya, ia mengeluhkan tentang keadaan diri sendiri, yang berjuang mati-matian dan tidak ada yang mendukung dirinya. Apakah betul Elia berjuang seorang diri? Sebenarnya tidak, karena masih ada Obaja serta 100 nabi lainnya yang disembunyikan Obaja (1Raj. 18:4); serta Tuhan mengatakan, masih ada 7.000 ribu orang yang memiliki visi yang sama dengan Elia, yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium Baal. (ay. 18).

Belajar dari kasus Elia, sebenarnya dalam melakukan pelayanan, kita tidak pernah ditinggalkan dalam kesendirian, tidak berjuang sendiri karena masih ada orang-orang yang Tuhan khususkan dan juga memiliki visi yang sama untuk berjuang di jalan Tuhan. Terlebih, Tuhan kita adalah Tuhan yang Imanuel, yang senantiasa menyertai kita.

STUDI PRIBADI: Apa yang menyebabkan Elia mengalami burn out dalam pelayanannya? Apa ciri-ciri orang yang mengalami burn out?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar diberi kekuatan dan hikmat-Nya sehingga kita dapat mengatasi situasi diri kita yang sudah burn out, dan agar Ia memulihkan kondisi jiwa dan kerohanian kita.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami