Ayat Bacaan: Filipi 2:12-18
“Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” (Filipi 2:15)
Berbicara tentang “bersinar bagi Kristus,” berarti berbicara tentang memberi dampak bagi orang lain yang dalam kegelapan, bengkok hati dan sesat.” Dalam ay. 14, Paulus telah memberikan kita sebuah cara untuk “bersinar bagi Kristus,” yakni dengan melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.” Maka dalam ay. 15, ia memberi standar kapan kita bersinar bagi Kristus.
Menarik sekali bahwa dalam ay. 15 ini, Paulus memakai dua sinonim kata, yakni “tiada beraib dan tiada bernoda” dan “bengkok hati dan sesat.” Dalam dunia sastra, pemakaian dua kata sinonim bersamaan biasanya bertujuan untuk memberikan penekanan, sehingga “tiada beraib dan tiada bernoda” bisa diartikan “sungguh-sungguh saleh dan baik,” sementara itu, “bengkok hati dan sesat” diartikan “sungguh-sungguh jahat atau keadaan yang benar-benar korup hati dan pemikirannya.” Dari sini kita bisa melihat bahwa standar “bersinar bagi Kristus” ini berarti sungguh-sungguh baik (bukan hanya sekadar “baik”) meskipun ia ada di tengah orang-orang yang sungguh-sungguh jahat.
Sedemikian tinggi tuntutan ini, sehingga Paulus mengingatkan jati diri kita sebagai “anak Allah yang tidak bercela.” Seorang penafsir mengatakan bahwa konsep “tidak bercela” ini dilatarbelakangi oleh satu kisah mitologi seorang dewa Yunani bernama Momus. Dia adalah dewa yang tugasnya hanya menganggur dan menyalahkan suatu hal atau orang. Ketika Paulus mengatakan “tidak bercela”, dia memakai kata “amoma” yang secara literal berarti “tidak momus.” Ini mengindikasikan bahwa kesalehan dan kebaikan kita haruslah sungguh-sungguh baik, sehingga dewa Momus yang “tukang menyalahkan” itu, tidak bisa menyalahkan kita.
Pertanyaannya, bagaimana dengan diri kita? Apakah hidup kita sudah menjadi terang di tengah kegelapan, ataukah kita justru menjadi cela bagi nama Tuhan? Dalam pekerjaan, studi, keluarga, apakah kita sudah menjadi orang yang benar-benar baik atau malah sebaliknya, sulit dibedakan dari orang-orang yang “bengkok hati dan sesat”?
STUDI PRIBADI: Cara apa yang Paulus ajarkan kepada kita sehingga kita bisa bersinar bagi Kristus? Bagaimana Anda dapat menerapkannya dalam hidup Anda sehari-hari?
DOAKAN BERSAMA: Doakan agar hidup kita menjadi kesaksian bagi orang lain yang hidup dalam kegelapan. Doakan saudara-saudara kita yang justru larut dalam kegelapan agar Tuhan memampukan mereka kembali menjadi sinar Kristus.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index