Rabu, 04 November 2009
Dosa Karena Berdiam Diri

Ayat Bacaan: Imamat 5:1
“Bila seseorang berbuat dosa, yakni jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.” (Imamat 5:1)

Ada dosa yang disebabkan karena orang bersaksi dusta, namun ada pula dosa yang disebabkan karena orang berdiam diri. Imamat 5:1 menulis: “Apabila seseorang berbuat dosa, yakni jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tapi tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.” Menurut ayat ini, apabila seseorang memiliki bahan kesaksian yang penting, tapi tidak bersedia mengungkapkannya, maka ia akan dipandang sama seperti si pelaku kejahatan itu sendiri. Mengapa?

Ada kemungkinan sikap diam ini didorong oleh ketidakpedulian, apatisme, egoisme, cari aman, atau cari selamat. Sikap diam seperti inilah, menyuburkan kejahatan. Sebab dengan diam, kejahatan dibiarkan tumbuh subur, tanpa perlawanan. Martin Luther King Jr. berkata: “Tragedi terbesar dalam hidup ini adalah bukan pada kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang jahat, tapi sikap diam yang diambil oleh orang-orang baik.”

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun menjadi saksi kunci dalam suatu perkara. Salah seorang pengacara lawan bertanya kepada anak itu, “Benarkah ayahmu telah mengatur apa yang harus kamu katakan?” Jawab anak itu, “Benar.” Desak sang pengacara, “Sekarang katakan pada kami apa saja yang ayahmu perintahkan?” Jawabnya, “Baiklah. Ayah mengatakan bahwa para pengacara akan mencoba membingungkan kesaksianku; tetapi saya akan mampu mengatakan hal yang sama setiap saat, jika saya teliti dan berkata benar.”

Almarhum Pdt. Eka Darmaputra pernah berkata: “Orang yang benar tidak memiliki sesuatu pun yang perlu disembunyikan, tetapi orang yang suka berbohong akan membayar harga yang mahal atas ketidakjujurannya. Satu kebohongan akan berkembang menjadi kebohongan lain, karena untuk menutupi kebohongan yang dilakukan.” Karena itu, jangan biarkan sikap pembohong menjadi racun dalam hidup kita. Mungkin pada saat ini kita belum merasa dampaknya; tetapi itu akan segera nyata dan membuat kita sangat menderita.

STUDI PRIBADI: Alasan apa saja yang membuat seseorang enggan mengatakan apa yang benar? Apa yang Tuhan kehendaki dari diri kita dalam menyikapi kebenaran?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar setiap kita dapat menjaga diri dari keinginan bersaksi dusta, sehingga kehidupan kita dapat menjadi kesaksian yang hidup dan memuliakan nama Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami