Selasa, 03 November 2009
Urgensitas Taurat

Ayat Bacaan: Matius 5:18
“Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:18)

Posisi Taurat dalam Kekristenan telah menimbulkan polemik yang tak kunjung selesai. Ada sebagian gereja yang masih menempatkan Taurat sebagai bagian yang penting dengan melaksanakan semua ritual Taurat dengan alasan bahwa Taurat itu diberikan oleh Tuhan secara langsung dan tidak ada pernyataan di Alkitab bahwa Taurat sudah ditarik dari peredaran. Ada sebagian yang menolak dengan keras akan Taurat untuk dilaksanakan oleh orang Kristen dengan alasan bahwa Taurat penuh dengan legalisme lahiriah yang menimbulkan kemunafikan, terlebih lagi, Yesus telah menggenapi Taurat sehingga Taurat tidak dibutuhkan lagi.

Pernyataan Tuhan Yesus dalam ayat ini sangatlah dalam maknanya, sebab ini berkaitan dengan urgensitas atau kepentingan Taurat itu. Di satu pihak, dinyatakan bahwa semua yang sudah dituliskan oleh Tuhan dalam Taurat itu dari huruf sampai kepada titik iota adalah berguna dan bermakna, sebab menentukan arti kebenaran-Nya untuk digenapi dalam mencapai tujuan sebenarnya. Di pihak lainnya, dinyatakan bahwa Taurat itu memiliki kegunaannya untuk kehidupan umat manusia dalam kerangka mengawal moralitas manusia, sehingga dikatakan bahwa selama masih ada langit dan bumi ini, maka Taurat masih berlaku.

Karena itu, melalui pernyataan Tuhan Yesus ini, seharusnya orang Kristen menyadari urgensitas Taurat itu dan menempatkan kedudukannya secara tepat. Kekristenan harus mensyukuri karya Yesus Kristus yang telah menggenapi seluruh tuntutan Taurat dengan sempurna, baik dari segi moralitas kesucian-Nya maupun dari segi ketegasan keadilan-Nya. Kekristenan harus tetap dapat menghargai dan menaati perintah Taurat dengan kerohanian yang murni di dalam karya Roh Kudus, yang telah menuliskannya pada loh hati kita, sehingga Taurat itu tidak ditaati secara harafiah menjadi legalisme, ataupun tidak ditaati secara rohaniah menjadi antinomisme. Kekristenan perlu mengupayakan sosialisasi Taurat Tuhan dalam rangka menjaga moralitas kehidupan umat manusia yang semakin hedonis dan materialis ini.

STUDI PRIBADI: Bagaimana sikap Tuhan Yesus terhadap Taurat? Apakah arti dan manfaat Taurat bagi kehidupan kita pada saat ini?

DOAKAN BERSAMA: Doakan kehidupan kerohanian gereja Tuhan di manapun untuk memelihara kesucian sebagai umat-Nya dan kemampuan menegakkan kebenaran yang sesuai Firman Tuhan, yang telah Ia firmankan bagi kita.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami