Editorial Februari 2012
Bertumbuh Dalam Firman Tuhan

Para pembaca Perspektif yang terkasih, marilah kita terus-menerus membangun iman kerohanian kita dengan tekun dengan merenungkan firman Tuhan, sebab tidak ada bahan lain yang lebih bagi kerohanian kita, selain firman-Nya. Namun demikian, mari kita tidak hanya sekadar membacanya saja, melainkan menjadikannya sebagai penuntun dan juga landasan bagi kehidupan iman kita. Sebagaimana akhir kotbah Tuhan Yesus di atas bukit, yang memberikan penegasan pada para pendengar-Nya, bahwa mereka yang mendengarkan firman-Nya, tetapi tidak melakukannya, adalah orang yang bodoh, bagaikan seseorang yang sedang membangun rumah di atas pasir; sehingga ketika hujan, banjir dan badai datang, rumah itu dihanyutkan dan hebat kerusakannya. Sebaliknya, mereka yang mendengarkan firman-Nya dan melakukan-Nya dalam kehidupan mereka; mereka adalah orang-orang yang bijaksana, bagaikan seseorang yang sedang membangun rumahnya di atas batu, sehingga ketika hujan, banjir dan badai datang, rumah itu tetap kokoh berdiri. Marilah kita menjadi orang yang bijaksana, yang mendengar, dan melakukan firman Tuhan dalam kehidupan kita.

Iman, tanpa Alkitab (firman Tuhan), akan menjadi iman yang buta. Demikian pula dengan kehidupan rohani, tanpa firman Tuhan, tidak akan pernah ada pertumbuhan. Jika ingin mengalami pertumbuhan kerohanian/iman, tidak ada jalan lain selain merenungkan dan mempraktekkan firman-Nya. Mengapa demikian? Karena firman Tuhanlah yang menjadi penuntun dan pengarah hidup kita, sehingga kita dapat hidup sesuai kehendak-Nya; bahkan firman Tuhanlah yang memberikan kepada kita, orang percaya, hikmat dan mengenal keselamatan di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Kepada Timotius, Paulus mengatakan: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman pada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2Tim. 3:15-16). Dalam hal ini, Paulus hanya memberikan satu tolok ukur bagi kehidupan orang Kristen, yang tidak boleh dilupakan; sebaliknya harus diperhatikan, direnungkan dan dipraktikkan dalam kehidupan, hari lepas hari.

Bagaimana dengan Anda di tahun ini? Janganlah lupa merenungkan firman Tuhan setiap hari, sebab hanya firman Tuhan saja yang membuat kita dapat hidup dalam kebenaran dan mengalami pertumbuhan rohani yang baik. Selamat merenungkan bahan saat teduh Perspektif ini dan teruslah setia dalam kebenaran firman Tuhan.


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami