VISI
GEREJA SEHAT, DINAMIS, DAN MISIONER
MISI
Membangun jemaat melalui IBADAH
Memberdayakan jemaat melalui PEMBINAAN
Mengakrabkan jemaat melalui PERSEKUTUAN
Membimbing jemaat Melalui PENGGEMBALAAN
Menyalurkan kasih dan karunia jemaat melalui PELAYANAN
Memobilisir jemaat untuk PENGINJILAN
NILAI-NILAI
KASIH - KEBENARAN - KEKUDUSAN
SEMANGAT
SALING MEMBANGUN DALAM KASIH
P
e n j e l a sa n
VISI:
Gereja Sehat, Dinamis, dan Misioner
SEHAT
berarti gereja yang dapat memfungsikan semua organnya dengan baik
dan optimal, sehingga menghasilkan esensi kualitas yang baik dalam
ibadah, pembinaan, persekutuan, penggembalaan, pelayanan, dan
penginjilan.
DINAMIS
berarti gereja yang terbuka terhadap perubahan untuk menjadi semakin
baik, tidak monoton dan tidak menutup diri terhadap perkembangan.
Inti Injil tidak boleh berubah, tapi cara menyampaikannya perlu
terus di-evaluasi. Gereja harus berani melangkah dan mencoba cara-cara
yang baru, serta memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi demi
kemajuannya.
MISIONER
berarti gereja yang mengarahkan seluruh potensinya untuk mendukung
semua usaha pekabaran Injil dan memenangkan jiwa bagi Kristus,
baik di gereja-gereja lokal, yayasan-yayasan dan dalam pengutusan
misi dunia.
_________________________________________
MISI:
Membangun jemaat melalui ibadah
Kita percaya bahwa jemaat yang menghadiri ibadah gereja di mana
kehadiran Allah begitu jelas dirasakan dan berita firman Allah
dimengerti dengan baik, maka ibadah itu akan membangun kerohanian
jemaat, yang diperlihatkan dengan hal-hal sebagai berikut: iman
menjadi lebih kuat, harapan menjadi lebih terang, kasih menjadi
lebih dalam, simpati menjadi lebih luas, hati menjadi lebih murni,
dan kehendak melakukan kehendak Tuhan menjadi lebih bulat.
Mengingat Allah membangun kerohanian
umat-Nya melalui ibadah, maka gereja harus mempersiapkan setiap
bagian ibadah (lagu puji-pujian, iringan musik, khotbah, doa,
pengakuan iman, persembahan, dll.) dengan secermat dan sebaik
mungkin. Puji-pujian yang dinaikkan haruslah yang dapat mengagungkan
Tuhan dan mengangkat hati jemaat. Demikian pula firman Allah yang
disampaikan harus praktis, mudah dimengerti, dan dapat menjawab
pergumulan-pergumulan hidup jemaat sehari-hari.
MISI:
Memberdayakan jemaat melalui pembinaan
Pembinaan
yang melakukan pemberdayaan adalah pembinaan yang berusaha memberi
daya, mengisi, melatih, memperlengkapi pekerja dan calon pekerja,
sehingga mereka merasa siap untuk menerima atau menjalankan suatu
pelayanan rohani.
Merupakan
tanggung jawab dari pimpinan-pimpinan gereja untuk secara aktif
membagikan visi, memobilisir, memperlengkapi, memberdayakan, dan
mendukung orang-orang Kristen awam dalam pelayanan di gereja dan
masyarakat. Robert Slocum dengan tepat berkata: “Ketika kita berada
di penghujung abad XX, kita harus bertanya: Gereja jenis yang
apa yang akan efektif pada abad XXI? Saya yakin bahwa gereja yang
efektif adalah gereja secara aktif memobilisir, memperlengkapi,
memberdayakan, dan mendukung orang-orang Kristen awam dalam pelayanan.”
MISI:
Mengakrabkan jemaat melalui persekutuan
Setiap manusia mempunyai
beberapa pencarian kehidupan dalam dirinya, salah satu adalah
pencarian komunitas. Pencarian komunitas adalah pencarian untuk
mendapatkan akar, rasa memiliki dan dimiliki dalam suatu kelompok,
di mana melaluinya ia dapat membangun suatu relasi yang penting
dan membagi sukacita dan beban hidup serta mampu saling mempedulikan.”
Gereja
memiliki potensi yang amat besar untuk memenuhi kebutuhan di atas
melalui persekutuan-persekutuan di gereja atau kelompok-kelompok
kecil. Untuk mengukur nilai kasih, dapat dinilai dari seberapa
banyak waktu yang dihabiskan oleh anggota-anggota gereja secara
bersama? Seberapa besar jemaat saling menghargai dan memberi hormat?
Adakah suasana keakraban di dalam gereja? Gereja yang bertumbuh
dikenal sebagai Gereja yang memiliki persekutuan yang hangat dan
saling memperhatikan yang tulus.
MISI:
Membimbing jemaat melalui penggembalaan
Kalimat ”Tuhan adalah Gembalaku” (Mzm. 23:1) mengungkapkan suatu
pengakuan Daud akan ketergantungan hidupnya yang mutlak kepada
Tuhan sebagai Gembalanya. Dalam Perjanjian Lama, umat Allah selalu
dilukiskan sebagai domba-domba yang membutuhkan seorang gembala
(Mzm. 100:3; 44:22). Bersyukur, bahwa Tuhan yang menjadi Gembala
umat-Nya adalah Tuhan yang mempunyai kasih yang amat besar. ”Oleh
karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku mengasihi
engkau... Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau,” demikian
tulis nabi Yesaya (Yes. 43:4-5). Dalam Yeremia 31:3 juga tertulis:
”Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan
kasih setia-Ku kepadamu.” Gembala yang baik mendemonstrasikan
jiwa kebapaan yang diwujudkan dalam perhatian, kasih, belas kasihan,
dan disiplin. Tuhan Yesus, sebagai Gembala yang Agung rela mengorbankan
nyawa-Nya bagi gereja-Nya (Yoh. 10:11).
Sebagaimana
Tuhan yang adalah Gembala umat-Nya dan telah menunjukkan kasih
dan perhatian yang demikian besar, maka rasul Petrus menasihati
para penatua: ”Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu,
jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak
Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan
pengabdian” (1Ptr. 5:2). Mereka yang telah dipanggil Allah untuk
menggembalakan umat-Nya, harus melakukannya dengan kasih dan bertanggung
jawab.
Gembala
gereja yang baik, harus mengenyangkan domba-dombanya dengan makanan
rohani yang sehat, sehingga mereka tidak akan berkelana ke padang
rumput yang lain untuk mencari makanan, atau mati kelaparan. Gembala
yang baik juga harus melindungi domba-dombanya dari serangan serigala-serigala
yang ganas, yakni guru-guru palsu yang ingin menyesatkan jemaat
Allah. Selain itu, gembala yang baik juga akan mengobati jemaat
yang terluka, dan menuntun mereka yang salah ke jalan yang benar.
Dengan seribu permasalahan yang sedang dihadapi oleh jemaat, maka
hamba Tuhan, Majelis dan Pengurus, perlu mengunjungi, membimbing
dan mendoakan jemaat sehingga mereka dapat menjadi sehat dan kuat.
MISI:
Menyalurkan kasih dan karunia jemaat melalui pelayanan
Greg Odgen berkata: “Semua umat Allah terpanggil untuk melayani”
(All God’s people are called to ministry). Tapi sayang
sekali, menurut survei yang dilakukan Schwarz terhadap 1600 orang
Kristen aktif di Eropa yang berbahasa Jerman, ada 80 persen jemaat
yang tidak dapat mengenali karunia mereka. Ini merupakan suatu
tragedi karena menurut Schwarz, “Kekuatan terbesar dari tiap gereja
adalah harta karunia rohani yang Allah sudah berikan kepada anggotanya.”
Setiap
orang percaya pasti menerima minimal satu karunia dalam pelayanan.
Karunia-karunia rohani diberikan demi kepentingan bersama, bukan
untuk kepentingan pribadi. Dengan adanya karunia-karunia rohani,
orang-orang percaya perlu belajar saling melayani dan membangun,
sehingga seluruh anggota tubuh bertumbuh dalam kesatuan iman dan
kesempurnaan dalam Kristus Yesus. Greg Odgen berkata, “Ketika
karunia-karunia rohani dilakukan sesuai dengan kehendak Allah,
hasilnya adalah kuasa Ilahi.”
Selanjutnya,
perlu kita hayati pula bahwa pelayanan kepada Tuhan tidak semata-mata
hanya di gereja, terbatas pada gereja lokal, tapi seharusnya juga
di dalam dunia. Alkitab tidak berkata bahwa kita adalah terang
dan garam gereja, tapi kita adalah terang dan garam dunia (Mat.
5:13,14). Oleh sebab itu, peran dan panggilan Gereja di tengah
dunia adalah secara aktif menyatakan kasih Kristus (Mat. 22:37-39)
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam bidang
pendidikan, kesehatan dan kepedulian sosial.
MISI:
Memobilisir jemaat untuk penginjilan
Gereja dapat bertumbuh menjadi besar karena memperoleh anggota-anggota
yang baru melalui tiga cara: (1) Biologis, yakni anak-anak dari
keluarga-keluarga Kristen yang tumbuh menjadi dewasa, dilayani
oleh gereja, dibawa kepada Kristus dan dipersiapkan untuk menjadi
anggota-anggota gereja yang bertanggung jawab. Sebagian besar
dari gereja-gereja di seluruh dunia tumbuh dengan cara yang seperti
ini; (2) Perpindahan anggota gereja dari suatu gereja ke gereja
yang lain. Ini terjadi misalnya gereja-gereja di kota menerima
perpindahan dari anggota-anggota gereja dari kota-kota kecil karena
kebutuhan sekolah atau pekerjaan; (3) Pertobatan jiwa-jiwa baru,
yakni hasil pemberitaan Injil, dan menjadi anggota-anggota gereja.
Gereja
perlu memberikan prioritas bagi pertumbuhan melalui memenangkan
jiwa-jiwa baru, ini dikarenakan gereja Tuhan ada adalah untuk
melaksanakan Amanat Agung. Gereja adalah duta-duta Kristus untuk
menginjili dan memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Tugas mengabarkan
Injil sudah begitu penting sehingga tidak hanya sekadar tanggung
jawab kita, tapi suatu kewajiban yang tak dapat dielakkan lagi.
_________________________________________
NILAI-NILAI:
Kasih - Kebenaran - Kekudusan
Dalam pergaulan dan pelayanan, anak-anak Tuhan harus menerapkan
kasih, kebenaran dan kekudusan. Nilai-nilai ini merupakan ciri-ciri
anak-anak Tuhan yang berintegritas dan dapat dipercaya. Tanpa
didukung oleh kasih, kebenaran dan kekudusan, betapa hebat dan
berkarunia seorang anak Tuhan, semuanya akan menjadi sia-sia.
_________________________________________
SEMANGAT:
Saling membangun dalam kasih
Agar hubungan
sesama jemaat dan pekerja dalam gereja harmonis, maka harus diterapkan
semangat saling membangun dalam kasih. Dalam semangat ini, anak-anak
Tuhan akan menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak
memuliakan Tuhan, seperti saling mencurigai, saling melukai, dendam,
dan membicarakan kejelekan sesama rekan di belakang. Bila ada
perbedaan pendapat muncul, anak-anak Tuhan seharusnya belajar
menyelesaikan perbedaan itu dengan arif dan bijaksana. Ini seperti
nasihat Paulus kepada jemaat Korintus: ”Supaya kamu erat bersatu
dan sehati sepikir” (1Kor. 1:10b).
_________________________________________
RANGKUMAN
Kita
percaya bahwa Roh Kuduslah yang menyebabkan pertumbuhan, tapi
kepercayaan itu tidak membuat kita berpangku tangan. Paulus berkata:
“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan”
(1Kor. 3:6). Apa yang diketahui oleh setiap petani sudah jelas
di dalam ayat ini: ia menanam, menyiram dan menuai. Meski demikian,
kerajinan dalam menanam dan menyiram berpengaruh pada hasil panen
yang akan datang.
Tema Tahun 2012-2014
2012: “Ibadah
dan Misi”
2013: “Pemuridan dan Misi"
2014: “Penggembalaan dan Misi”
Kembali
ke atas